Rapat Forkopimda Provinsi, Penempatan Wilayah Aglomerasi Diusulkan Walikota Dalam Penanganan Covid 19

Walikota Gorontalo Marten Taha memberikan usulan kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, terkait penempatan satu wilayah aglomerasi yang terdiri dari Kota Gorontalo sebagai Ibu Kota Provinsi dan beberapa daerah lainnya seperti Telaga, Telaga Biru, Kabila, Tapa, dan Batudaa.

Hal ini disampaikan Walikota saat mengikuti Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo secara virtual. Senin, 13/09/2021.

"Kami ada usulan untuk pak gubernur mungkin bisa menetapkan satu wilayah aglomerasi yaitu terdiri dari Kota Gorontalo sebagai Ibu kota Provinsi dan beberapa daerah tetangga lainnya seperti telaga, Telaga Biru, Kabila, Tapa dan Batudaa " ujar Walikota pada saat memaparkan perkembangan penanganan covid-19.

Penempatan satu wilayah aglomerasi disebutkan Marten Taha, diusulkan dengan alasan pertimbangan aktivitas masyarakat dibeberapa wilayah tersebut sangat tinggi aktivitasnnya selama pandemi berlangsung.

"Dari hasil survei kami, perlu di perhatikan aktivitas dibeberapa tempat tersebut, kemudian juga mobilitas masyarakat ditempat itu juga makin tinggi dan daerah itu merupakan daerah terbuka yang dekat sekali dengan ibu kota Provinsi, " jelas Marten.

Marten Taha mengatakan Pemerintah Kota Gorontalo melakukan survei pada bulan Juni-Juli 2020 kemudian Mei-Juli 2021. 

"Daerah aglomerasi ini yang sangat tinggi aktivitasnya, dan dengan instruksi Gubernur pasti kita akan melaksanakan hal ini untuk mempercepat vaksinasi khususnya di daerah operasi" kata Marten.

Ia menilai, usulan tersebut dalam rangka pencegahan dan penurunan penyebaran covid-19 yang lebih efektif.

"Menurut saya ini merupakan hal efektif dalam penanganan covid-19 di Provinsi Gorontalo" tambah Marten. (K2)

©Copyright 2020 Portal Informasi Kota Gorontalo.